BALIKPAPAN — Bagaimana langkah nyata Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan Warga Binaan? Pada Jumat, 10 April 2026, Rutan Balikpapan menghadirkan inovasi melalui program budidaya dengan mendatangkan sebanyak 120 ekor ayam petelur sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud implementasi program pembinaan kemandirian yang tidak hanya berfokus pada aspek produktivitas, tetapi juga memberikan keterampilan praktis bagi Warga Binaan. Melalui budidaya ayam petelur, para Warga Binaan mendapatkan pengalaman langsung dalam pengelolaan peternakan, mulai dari perawatan harian, pemberian pakan, hingga pengelolaan hasil produksi telur.
Menariknya, kegiatan ini juga menggandeng Peserta Magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Tahun 2025 yang turut berperan aktif dalam proses perawatan ayam. Para peserta magang membantu dalam pemberian vitamin serta memberikan masukan terkait perawatan kesehatan ayam, sehingga program ini berjalan lebih optimal dan terarah.
Kepala Rutan Balikpapan, Agus Salim, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan program pembinaan, karena menghadirkan sinergi antara pembinaan Warga Binaan dengan dukungan tenaga pendamping yang memiliki pengetahuan dasar di bidangnya.
“Program ini bukan hanya sekadar kegiatan beternak, tetapi menjadi sarana pembinaan yang berkelanjutan. Dengan adanya keterlibatan peserta magang, kami berharap kualitas perawatan dan hasil produksi dapat lebih maksimal, sekaligus memberikan pembelajaran yang lebih komprehensif bagi Warga Binaan, ” ujar Agus Salim.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari komitmen Rutan Balikpapan dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan serta memperkuat proses reintegrasi sosial Warga Binaan. Dengan adanya program ini, diharapkan tercipta lingkungan pemasyarakatan yang produktif, edukatif, dan berdaya guna, sekaligus membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

Muhammad Febri