Balikpapan – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan menggelar perayaan Paskah Tahun 2026 bagi Warga Binaan Nasrani, pada Rabu (29/04/2026). Kegiatan ini dilaksanakan oleh panitia Paskah bersama perwakilan dari setiap gereja yang selama ini melayani pembinaan kerohanian di Rutan Balikpapan.
Perayaan Paskah tahun ini mengusung tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” yang diambil dari 2 Korintus 5:17, sebagai pengingat bahwa kebangkitan Kristus membawa harapan baru dan perubahan hidup bagi setiap orang, termasuk bagi warga binaan yang sedang menjalani masa pembinaan.
Kegiatan diawali dengan lagu pujian pembukaan yang diikuti dengan doa pembuka, menciptakan suasana khidmat dan penuh sukacita. Selanjutnya, Ketua Panitia Paskah menyampaikan sambutan yang menekankan makna Paskah sebagai momentum pembaruan hidup dan penguatan iman bagi seluruh warga binaan. Perwakilan dari Rutan Balikpapan juga turut memberikan sambutan yang berisi dukungan terhadap kegiatan pembinaan kerohanian sebagai bagian penting dari proses pembinaan warga binaan.
Rangkaian ibadah dilanjutkan dengan lagu penyembahan yang membawa seluruh peserta semakin menghayati makna pengorbanan dan kebangkitan Kristus. Suasana semakin mendalam melalui penampilan drama bertajuk “Cinta Kasih di Golgota”, yang menggambarkan kasih dan pengorbanan Yesus Kristus bagi umat manusia. Penampilan tersebut mendapat perhatian penuh dari para peserta yang hadir.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pujian kemenangan serta kesaksian pujian, yang menjadi ungkapan syukur dan sukacita atas kebangkitan Kristus. Setelah itu, ibadah memasuki bagian inti melalui lagu pengantar firman yang dilanjutkan dengan penyampaian firman Tuhan yang mengajak seluruh peserta untuk mengalami pembaruan hidup melalui iman kepada Kristus..
Kegiatan perayaan Paskah ditutup dengan doa penutup dan doa berkat, sebagai ungkapan syukur atas terselenggaranya ibadah dengan lancar dan penuh makna. Setelah rangkaian ibadah selesai, acara dilanjutkan dengan ramah tamah yang mempererat kebersamaan antara warga binaan, panitia, serta para pelayan gereja yang hadir.
Melalui perayaan Paskah ini, diharapkan nilai-nilai kasih, pengampunan, dan pembaruan hidup dapat semakin tertanam dalam diri warga binaan, sehingga mereka dapat menjalani masa pembinaan dengan penuh harapan dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Muhammad Febri